Spesifikasi Hardware Komputerku

Tiap personal komputer ataupun laptop memiliki spesifikasi hardware yang berbeda-beda maka sebaiknya kita mengenal spesifikasi komputer yang kita gunakanagar dapat mempermudah dalam mengerti kegunaan dari tiap bagian hardware dan juga cara kerjanya sehingga saat terjadi kerusakan, kita dapat mengetahui lokasi kerusakan tersebut.
Terdapat banyak cara memperoleh informasi spesifikasi komputer atau laptop anda, salah satunya ialah dengan menggunakan DirectX Diagnostic Tool (DX Diag). Caranya sangat mudah: ketik dxdiag pada kolom search yang terdapat pada tombol start, atau run > dxdiag lalu tekan enter. Maka akan muncul tabulasi sebagai berikut:

2

Pada tabulasi diatas kita dapat memperoleh informasi system pada laptop atau PC, seperti system  manufacturer, system model, BIOS, processor, kapasitas memori dan lain-lain.

Dan pada halaman berikutnya kita dapat memperoleh informasi mengenai display, sound, input hardware, dan driver yang terinstal pada komputer kita.

34

5

Selamat mencoba, semoga bisa lebih mengenali komputer anda.. dan semoga bermanfaat :)

Spesifikasi Hardware Komputerku

Mau Tahu Banget Tentang IKK??

 

Mayor    :     ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Gelar      :     SARJANA SAINS (S.Si)

A. Sejarah

       Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) merupakan salah satu departemen baru di IPB dengan mandat keilmuan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan memfokuskan pada pengembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen.  Walaupun secara historis, pengembangan Departemen IKK berakar pada bagian atau Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga (yang juga disingkat IKK), Departemen IKK yang baru sangat berbeda dengan Departemen IKK yang lama.  Departemen IKK lama telah berkembang menjadi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK) dan kemudian berkembang lagi menjadi Departemen Gizi Masyarakat dan Departemen IKK baru.  Hal yang sama dari departemen IKK baru dan lama adalah pada perhatian yang besar terhadap aspek kesejahteraan keluarga.

Departemen IKK menggunakan pendekatan ilmu yang berbeda dengan Departemen IKK yang lama, walaupun dengan misi yang sama untuk mengkaji perilaku keluarga dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang diinginkan.  Penggunaan pendekatan ilmu yang baru ini sesuai dengan perkembangan ilmu yang terjadi.  Ilmu dasar yang diperlukan untuk memahami bidang kajian keluarga dan konsumen meliputi: psikologi, sosiologi, komunikasi, manajemen dan ekonomi.  Sesuai dengan SK Rektor tahun 2005 Departemen IKK memiliki mandat untuk pengembangan ilmu dan teknologi di bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan menfokuskan pada pengembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen.

B. Kurikulum
Kurikulum Major IKK terdiri atas total 144 sks, dengan rincian proporsi sebagai berikut:
1. Mata kuliah Tingkat Persiapan Bersama (28 SKS)
2. Mata kuliah interdepartemen (21 SKS)
3. Mata kuliah mayor (81 SKS)
4. Mata kuliah minor (15 SKS)

C. Bagian Keilmuan

1.    Nama Bagian: Ilmu Keluarga
Mandat bagian: Mempelajari dan mengembangkan paradigma keilmuan keluarga dalam rangka penguatan institusi keluarga
Ruang Lingkup: Teori keluarga, Perkembangan keluarga, Harmonisasi gender dalam keluarga, Upaya pemberdayaan keluarga, dan Ekologi keluarga

2.    Nama Bagian: Perkembangan Anak
Mandat bagian: Mengembangkan keilmuan perkembangan anak secara holistik meliputi aspek fisik-motorik, sosial-emosi, kecerdasan-kognitif dan moral-karakter untuk mewujudkan anak yang berkualitas
Ruang Lingkup: Tumbuh Kembang Anak : Permasalahan dan kendala, Kecerdasan kognitif dan prestasi akademik, Kecerdasan emosi anak, pengasuhan, Stimulasi psikososial pada anak, Perilaku anti sosial anak, Emotional Bonding ibu dan anak, Perkembangan anak dengan kebutuhan khusus

3.    Nama Bagian: Ilmu Konsumen dan Ekonomi Keluarga
Mandat bagian: Mempelajari dan mengembangkan keilmuan konsumen dan perilaku ekonomi keluarga dalam pengalokasian sumberdaya untuk mencapai tingkat kesejahteraan
Ruang Lingkup: Perilaku konsumen, Perlindungan/pendidikan konsumen, Manajemen sumberdaya keluarga, Perilaku ekonomi keluarga, Kesejahteraan keluarga

D. Kompetensi Lulusan

  1. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu keluarga dan konsumen dengan memanfaatkan IPTEKS untuk meningkatkan kualitas anak, ketahanan keluarga, dan ketangguhan konsumen, serta mampu beradaptasi bersama masyarakat untuk melakukan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga
  2. Mampu menguasai konsep dan teori ilmu keluarga dan konsumen, khususnya dalam bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak serta ilmu konsumen dan ekonomi keluarga, dan mampu mencari informasi alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga
  3. Mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan alternatif penanganan masalah dan mampu memberikan advokasi dalam rangka peningkatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas dan perlindungan anak, serta pemberdayaan konsumen
  4. Mampu melakukan upaya peningkatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas anak, serta pemberdayaan konsumen secara mandiri dan berkelompok dengan penuh tanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan profesi dan kompetensinya

E. Prospek Kerja

Para lulusan Departemen IKK akan dapat bekerja di :
1.    Perusahaan jasa konsultan di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan pemberdayaan wanita
2.    Pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini dan anak usia sekolah
3.    Tenaga akademik dan peneliti di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan konsumen
4.    Spesialis riset pemasaran dan konsumen, serta  penanganan pelayanan konsumen
5.    Pemerintahan dalam bidang pemberdayaan keluarga dan konsumen serta tumbuh kembang anak
6.    Lembaga Swadaya Masyarakat

****************************

Itulah sekilas tentang departemen (jurusan) Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB yang sekarang sedang aku jalani. Awalnya tentu bingung apa itu jurusan IKK? Hhmm tapi kalo da ngerasain bakalan seneng deh bisa menjadi bagian dari keluarga Besar IKK. Pelajaran di IKK berkaitan banget dengan kehidupan kita sehari-hari dan bisa kita aplikasikan, selain itu dosen dan teman-temannya pun sangat bersahabat. Departemen ini terkenal dengan banyaknya jumlah mahasiswinya ( julukan= “Perempuan Perkas”) tapi sebenarnya departemen ini nggak kalah pentingnya buat para laki-laki (yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga atau kepala perusahaan).
So.., jangan ragu masuk ke Departemen IKK..!! dijamin asyiikk deh :)

17-12-11

Teruntuk Ibu Dosen

Tepat setahun yang lalu, 17 desember 2011. Hari yang tidak akan kulupakan. Hari luar biasa yang kualami. Siang itu jam menunjukkan pukul 14.05, aku baru saja tiba di asrama dari mengantarkan bunda ke Bandara Soekarno-Hatta untuk pulang ke Bengkulu. Dengan menggunakan sepeda, dari asrama aku menuju audit Fapet untuk mengikuti pelatihan integritas dan moral yang sudah berlangsung sejak pukul 8.00. Pelatihan ini diikuti oleh lurah asrama, SR, ketua bem KM juga Fakultas serta staf dan dosen IPB.

Saat itu, instruktur meminta menuliskan impian-impian kami dan apa yang harus kami miliki dan lakukan untuk menggapainya. Kami juga diminta memvisualisasikannya dan menuliskan 5 karekter positif yang dapat mendukung dan 5 karakter negatif yang sebaiknya dihindari dalam menggapai impian tersebut. Intruktur memberi arahan untuk memegang kertas itu di tangan kiri dan meletakkannya di dada sebelah kanan, sementara tangan kami merangkul teman di sebelahnya. Saat itu aku berada di antara ibu-ibu dosen, kumeminta maaf karena segan untuk memegang pundak beliau. Kemudian kami diminta membayangkan saat kami berada di suasana wisudaan, dimana kedua orang tua kami datang dan bahagia melihat anaknya memakai toga dan bisa menjadi lulusan terbaik. Saat instruktur mengucapkn kata-kata itu, aku merasakan hal tersebut seperti benar-benar terjadi, aku melihat senyum ayah dan bunda dan kudapatkan pelukan mereka berdua yang selalu ku rindukan. Aku tak kuat menahan rindu pada kedua orang hebat dalam hidupku yang sangat kusayangi tersebut, tak terasa air mata keluar membasahi pipiku. Ibu dosen yang berada di sebelah kiriku yang tangan kanannya merangkulku seakan merasakan apa yang aku rasakan, beliau merangkulku lebih erat sambil mengusap-usap pundakku, membuatku lebih tenang.

Renungan itu terus berlanjut, tapi apa yang aku rasakan sudah berbeda, aku tidak kuat untuk berdiri lagi, kepalaku pusing, tubuhku tak kuat menahan beban badanku dan kubuka mata, yang kulihat hanya kegelapan dan semua berbayang. Aku pun terjatuh. Dengan sigap ibu dosen yang hingga sekarang tidak aku ketahui namanya spontan memegangku dan meletakkan kepalaku di pahanya, beliau memperlakukanku seperti anaknya sendiri. Saat itu aku merasakan seperti bunda datang menenangkan diriku. Aku diberikan teh hangat oleh ibu dosen yang lainnya. Setelah beberapa menit, keadaanku sudah mulai membaik, aku dibopong ke mushallah untuk beristirahat di sana. Aku ditanya kenapa aku bisa terjatuh, aku katakan aku tidak kuat berdiri lama dan aku belum makan dari pagi. Mendengar hal itu ibu dosen yang satunya lagi mengambilkan makanan juga  bubur dan aku disuapkan beliau.

Aku sangat terharu dengan kejadian tersebut. Dihari itu aku bisa merasakan perhatian ibu-ibu dosen yang luar biasa yang tidak mungkin akan kulupakan jasa mereka. Melalui cerita ini aku ingin mengucapkan rasa terimaksaihku yang sangat kepada ibu-ibu dosen yang sampai saat ini belum kuketahui nama-namanya dan berharap Allah mempertemukan aku dengan ibu-ibu dosen yang luar biasa baik tersebut. Aku juga ingin meminta maaf karena sudah merepotkan mereka dan tidak mengetahui nama mereka. Aku senang sekali berada di IPB bersama orang-orng yang sangat perhatian karena di sini aku sebagai anak perantauan.

Setidaknya Aku Telah Mencoba

Hari itu aku masuk kelas dengan perasaan senang, kumencari seseorang yang perlu aku temui saat itu. Eh.. aku dipanggil Ida dan Lely, teman se-departemenku. Ternyata mereka menawarkan sebuah proyek besar. Mengikuti lomba menulis ide. Aku tertarik dengan tawaran itu dan esoknya kumelihat situs lombanya. Subahanallah hadiahnya, 50 juta untuk juara satu. Saat itu kuberandai-andai jika ternyata aku mendapatkan juara satu. Uangnya bisa aku berikan pada bunda untuk pergi haji atau paling tidak umrah. Aku mempunyai cita-cita besar untuk dapat menghajikan bunda yang sudah sangat ingin sekali pergi ke rumah Allah untuk memenuhi rukun islam yang ke lima. Saat ada syukuran saudara yang akan pergi haji, bunda menitikkan air matanya, terlihat dari binar matanya ada keinginan besar untuk menyusul ke sana. Hal itu membuatku sedih dan tak kuat melihatnya. Sejak itu aku berazzam kalau aku harus membawa bunda sampai ke tanah suci, Makkah. Pergi Haji.

Setelah hari itu kami bertiga memikirkan ide apa yang akan kami lombakan. Tercetuslah beberapa ide. Kami pun kumpul dan menyusun tulisan untuk ide tersebut. Tapi kesehatan tak memihak padaku saat itu. Aku merasakan sakit pada bagian kanan perutku, aku kira itu hanya karena aku belum makan. Tapi ternyata setelah kumakan, sakit itu tak kunjung sembuh, malah tambah menjadi. Dengan perasaan yang tidak enak karena akan meninggalkan teman-temanku saat itu, akupun pamit untuk beristirahat di rumah. Obat yang biasa ku konsumsi pun tidak ku bawa saat itu.

Waktu pun terus berputar, tidak terasa lusa sudah tanggal 30 November 2012. Itu batas akhir pengumpulan tulisannya. Saat itu aku berfikir ide apa yang akan kutuliskan selain dari yang telah kami bertiga sepakati, agar aku pun bisa berkontribusi walau aku beberapa kali tidak dapat kumpul menyelesaikan idenya karena sakit yang belakangan ini sering kambuh. Tiba-tiba terpikirlah sebuha ide. Kukerjakan dan kuberitahukan pada kedua temanku. Akhirnya tepat tanggal pengumpulan terakhir aku mengupload tulisanku ke situs apaidemu.com, situs yang mengadakan lomba tersebut. Walau proses mengupload yang lama dan sempat beberapa kali gagal karena aku menggunakan modem dari rumah, tapi alhamdulillah berhasil juga. Senang sekali rasanya saat itu, setidaknya tulisanku sudah ada di situs tersebut. Setiap shalat aku tak lupa berdoa agar aku dapat memberikan uang dari hadiah itu untuk bundaku tersayang.

Esoknya, 1 Desember 2012. Karena perasaan bahagiaku telah dapat menulis sebuah tulisan dari ideku sendiri dan tulisan itu berada diantara 4000 tulisan lainnya, aku menelfon bunda. Aku ceritakan semuanya pada bunda. Aku minta doa dari bunda agar aku bisa menjadi pemenangnya. Bunda berkata pada ku dengan nada bahagi “kakak sebenarnya sudah menjadi pemenang. Disaat yang lain belum menulis kakak sudah menulis. Teruslah menulis.” Di telfon bunda banyak bercerita tentang hebatnya seorang penulis dan keberhasilan yang mereka peroleh setelah melalui banyak penolakan dan kegagalan. Aku semakin semangat.

Hari ini, 2 Desember 2012. Hari pengumuman lomba. Aku begitu deg-degan siapa saja yang masuk ke dalam 50 besar dari 4000-an tulisan. Dengan harap-harap cemas aku buka situs tersebut dan ku perhatikan satu persatu tulisan yang terpilih, mungkin saja ada tulisanku disana. Hingga tulisan terakhir tidak satu pun kudapati tulisanku. Sedih. Kecewa. “Ada yang lebih layak menerima hadiah tersebut Wardah. Ingat kata bunda, kamu itu sudah jadi pemenang walau pun kamu tidak mendapatkan posisi pertama tersebut” aku berusaha menenangkan diri. Sesaat kemudian aku telfon bunda dan memberitahukan bahwa aku belum berhasil masuk ke dalam 50 besar tulisan yang terpilih. Dengan tenang bunda berkata “janganlah kita hanya berharap selalu menjadi pemenang, tapi jadikan itu (perlombaan) sebagai tempat kita untuk latihan menulis dan berkarya.” Kata-kata itu membuatku tenang, sdan dengan besar hati ku menerima hasil perlombaan tersebut. Aku yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya, semua akan indah pada waktu yang selalu tepat. Belajar dan terus belajar. Berkarya dan terus berkarya. Kegagalan membuatku semakin kuat dan semangat untuk memberikan yang lebih baik lagi. Semoga, Amin.

Ide yang aku tawarkan :

Gerakan Siap Menjadi Orang Tua

“Keluarga adalah aset yang sangat penting dan berharga bagi bangsa ini. Di sana tempat pertama dan utama untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga para orangtua sebagai guru pertama sepatutnya dibekali ilmu dan kemampuan tentang keorangtuaan (parenting).”

Sebagian besar orang memang siap untuk menikah, tapi tidak disiapkan untuk menjadi orangtua, sehingga mereka  takut dan menunda untuk menjadi orang tua. Akibatnya, terjadi hal-hal di luar keinginan, Parenting shock, orang tua melakukan kekerasan mental pada anak seperti membentak, memarahi, dan mengancam bahkan melakukan kekerasan fisik  seperti mencubit, dan memukul bahkan tega membuang anaknya, menelantarkannya, dan kasus lainnya. Orang tua juga menerapkan pola asuh dan model pendidikan pada anak dengan metode coba-coba (try and error) dan menerapkan metode seperti orang tuanya dahulu, sebagian memang berhasil, tapi tidak sedikit yang justru berakibat buruk bagi proses tumbuh kembang anak yang tidak diduga sebelumnya.

Sehingga menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah. Para calon orang tua harus mempunyai perbekalan yang cukup juga persiapan yang matang sejak dari persiapan berumah tangga sampai tahap pengasuhan dan pendidikan anak.

Tapi, ternyata para calon orang tua tidak mengetahui bagaimana cara dan kepada siapa mereka harus mencari informasi seputar parenting.Dan kurangnya program-program terpadu dan lembaga di Indonesia yang membantu dan membekali calon orang tua agar siap menjadi orang tua. Kalau pun ada, program tersebut harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan dilakukan di kota-kota besar di waktu-waktu tertentu saja.

Oleh karena itu, Sangat tepatlah adanya suatu program yang murah bahkan gratis dan berkelanjutan serta dilaksanakan hingga ke daerah-daerah pelosok agar informasi dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Program ini dinamakan “Gerakan Siap Menjadi Orang Tua” kegiatannya berupa pelatihan, konsultasi dan evaluasi. Pelatihan dilakukan intensif dua minggu sekali dengan jumlah peserta 15-25 orang di daerah yang sama atau berdekatan. Peserta dibagi dalam dua kelas, silver dan emas. Kelas silver untuk peserta yang baru menikah sampai peserta yang dalam masa kehamilan, kelas emas untuk peserta yang baru melahirkan sampai peserta yang memiliki anak balita. Pelatihan dilakukan dengan cara kuliah dan praktik. Kuliah dapat dilakukan dengan seminar, talkshow, menonton bersama, berdiskusi, dll. Selain itu peserta juga dapat melakukan simulasi atau mempraktikkan materi yang telah diperoleh dengan media dan alat peraga yang telah disediakan atau praktik langsung seperti praktik mengukur tumbuh kembang anak dengan parameter yang telah ditentukan, memberikan tabel pengontrolan gizi, dll. Di luar jam kuliah dan praktik peserta dapat berkonsultasi secara personal dengan para fasilitator jika ada materi yang belum dipahami atau hal-hal penting lainnya. Setiap tiga bulan sekali dilakukan pengukuran progress program yang telah berlangsung dengan skala pengukuran yang telah ditentukan, sehingga dapat meningkatkan keluaran yang terbaik dari program ini.

Fasilitator adalah orang-orang yang paham di bidang keluarga dan anak. Fasilitator akan diberikan pelatihan terlebih dahulu dan akan mendapatkan sertifikat kelayakan sebagai seorang fasilitator. Selain itu, fasilitator harus memiliki jiwa kepedulian yang tinggi dan siap mengabdi untuk bangsa ini sehingga dapat menciptakan keluarga yang mampu menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkarakter.

Praktikum Mata Kuliah Kewirausahaan

“Profil dan Bisnis Impian”

Disusun Oleh        : Farhatilwardah (I24110044)

Asisten Praktikum : Achmad Fadhilah, SE

Hari,Tanggal         : Kamis, 20 September 2012

Praktikum            : 3 (Tiga)

Ruang                  : RK. X 305

A.     Profil Diri

Nama saya Farhatilwardah, biasa di panggil wardah. Saya dilahirkan di kota Bengkulu pada tanggal 2 Februari 1993. Nama Ayah saya Hamdani Nasution S.Pd, bunda saya Rita Yusefa. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan orang tua seperti mereka yang begitu sayang kepada kami anak-anaknya. Saya anak pertama dari empat bersaudara, nama adik-adik saya ; Muhammad Said Ramadhan kelas tiga SMA, Syarifah Zakiyyah kelas satu SMA, dan Faizul Ummah kelas empat SD. Saya hidup dalam keluarga yang sederhana, Saya menghabiskan waktu kecil saya di daerah kota Bengkulu tepatnya di daerah Tanah Patah kecamatan Ratu Samban.

Riwayat pendidikan saya di mulai pada jenjang Taman Kanak-kanak di TKIT Auladuna Kota Begkulu kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar tepatnya di SDIT IQRA’ Kota Bengkulu selama enam tahun. Kemudian saya melanjutkan ke SMPIT IQRA’ Kota Bengkulu selama tiga tahun.  Setelah itu saya melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Selama menjadi siswa alhamdulillah saya selalu berprestasi secara akademik dengan tidak pernah keluar dari rangking sepuluh besar dan memenangkan berbagai perlombaan. Waktu SMP dan SMA pun saya sering mengikuti kegiatan intra dan ekstrakurikuler juga menjadi pengurus dalam organisasi. Sekarang, saya menempuh pendidikan akademik di Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekologi Manusia, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Saya masuk IPB melalui jalur SNMPTN Undangan 2011. Saya bercita-cita dapat menjadi seorang konsultan di bidang keluarga, motivator dunia, pengusaha  sukses dan bermanfaat bagi orang banyak. 

B.     Bisnis Impian

Sebagaimana kita ketahui jumlah wirausahawan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia. Dari total penduduk Indonesia, 231, 83 juta jiwa hanya sekitar 2 persen saja yang berwirausaha atau sebesar 4, 6 juta. Tentunya jumlah ini sangat kecil sekali jika negeri ini menginginkan penduduknya untuk semakin kuat dan mandiri secara ekonomi. Negara-negara maju relative memiliki persentasi wirausahawan yang relatif tinggi dari jumlah penduduknya. Persentase penduduk Singapura yang berwirausaha mencapai 7 persen, China dan Jepang 10 persen dari total jumlah penduduk mereka. Sedangkan yang tertinggi adalah Amerika Serikat sebesar 11, 5-12 persen. Sehingga menjadi seorang pengusaha sudah saya cita-citakan, tapi bukan sebagai pengusaha yang hanya mengumpulkan materi atau memperkaya diri tapi saya ingin menjadi seorang pengusaha yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak.

Setelah lulus dari IPB nanti saya akan kembali ke kota saya, Bengkulu. Saya akan mengabdikan diri pada yayasan pendidikan yang di bentuk ayah saya dan teman-temannya. Yayasan pendidikan ini tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual tapi juga spiritual dan emosional. Yayasannya bernama “IQRA’, terdiri dari sebuah TK, dua buah SD, sebuah SMP dan sebuah panti asuhan anak yatim-piatu, juga unit usaha kecil (foto copyan, depot galon, catring).

Bersamaan dengan pengabdian terhadap yayasan, saya ingin membuka klinik konsultasi di bidang keluarga dan membuat sebuah tempat wisata pertanian. Klik konsultasi ini dapat membantu para guru, staf dan orang tua siswa yang mengalami kesulitan atau permasalahan terhadap anak-anak mereka, tapi klinik ini juga terbuka untuk siapa saja yang ingin berkonsultasi. Tempat wisata pertanian ingin saya buat untuk belajar luar sekolah anak-anak, tempat wisata edukasi keluarga besar yayasan juga keluarga pada umumnya di kota Bengkulu. Tempat wisata ini terdiri dari persawahan, perkebunan, kolam, kebun binatang mini, taman, wahana permainan eduktif dan pertokoan.

Karena impian tersebut telah menjadi pilihan saya kedepannya maka untuk dapat mewujudkannya saya harus melakukan upaya-upaya terbaik. Saya harus lebih rajin melaksanakan ibadah sesuai syariat kepada yang Maha Mengabulkan Keinginan, Allah SWT. Saya harus terus giat dan tak berhenti mencari ilmu. Ilmu dibidang keluarga, untuk bisa menjadi seorang konsultan. Ilmu manajemen dan bisnis agar dapat mengelola yayasan dan tempat wisata pertanian dengan bijaksana. Selain itu, saya juga harus lebih mengasah ilmu sosial dengan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Membangun relasi itu juga penting dan saya pun akan sedikit demi sedikit menyisihkan uang untuk ditabung.

C.     Tokoh Wirausahawan Favorit

Seorang tokoh wirausaha yang saya favoritkan adalah Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw adalah figur sangat tepat sebagai teladan dalam bisnis dan perilaku ekonomi yang baik. Nabi Muhammad adalah seorang tokoh besar dunia tapi hidup seadanya, ia sederhana, padahal menurut Seorang Ahli sejarah Islam yang bernama Syaikh Al-Mufid [337-413 M] meriwayatkan bahwa Pada usia 20 tahunan kekayaan Nabi Muhammad adalah yang paling terbanyak, baik berupa emas permata, unta, kuda, karyawan, dan beberapa asset tanah di Jazirah Makkah. Pada masa itu, tidak ada seorang pun yang lebih kaya daripada Nabi Muhammad. Namun, sebagian besar kekayaan Nabi Muhammad dipergunakan untuk memerdekakan budak, menurut riwayat Syaikh Al-Mufid, Rasulullah tercatat sebagai orang yang memerdekakan budak terbanyak sampai saat ini, yaitu 7000 orang. Bahkan beliau pula yang menyantuni semua anak-anak yatim di Makkah, menyantuni para janda-janda miskin yang memiliki banyak anak yatim, dan orang-orang tua yang jompo dan papa.

Beliau bukan hanya sukses dalam berdakwah, memimpin negara dan rumah tangga tapi juga sukses dalam membangun usaha. Beliau adalah pedagang yang handal, yang dengan kemampuan berdagangnya bisa mendapatkan keuntungan. Beliau bukan hanya disegani sebagai pemuka agama dan pemimpin negara tapi juga disegani sebagai saorang saudagar yang memiliki jangkauan jaringan bisnis dan pangsa pasar yang luas serta pelanggang yang banyak.

Sejak berumur 12 tahun, beliau sudah diperkenalkan tentang bisnis oleh pamannya, Abu Thalib, dengan cara diikutsertakan dalam perjalanan bisnis ke Suriah. Pengalaman perdagangan yang diperoleh beliau dari pamannya selama beberapa tahun manjadi modal dasar baginya disaat memutuskan untuk menjadi pengusaha muda di Mekah. Beliau merintis usahanya dengan berdagang kecil-kecilan di sekitar Ka’bah. Dalam menjalankan usaha bisnisnya beliau adalah sosok yang sangat jujur. Rasulullah telah meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam melakukan transaksi bisnis secara adil. Kejujuran dan keterbukaan Rasulullah dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan bagi seorang pengusaha. Beliau selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan dengan standar kualitas sesuai dengan permintaan pelanggan sehingga tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau bahkan kecewa. Dalam kurung waktu yang tidak cukup lama, Muhammad mulai menampakkan kelihaiannya dalam menjalankan usaha perdagangan bahkan beberapa investor Mekah tertarik untuk mempercayakan modalnya untuk dikelolah oleh Muhammad dengan prinsip bagi hasil (musyarakah-mudharabah) maupun penggajian.

Di usia 25 tahun, usia yang masih rekatif mudah, Muhammad menikah dengan Khadijah, seorang pengusaha sukses Mekah dengan mahar 100 ekor unta muda. Secara otomatis Muhammad menjadi pemilik sekaligus pengelola dari kekayaan Khadijah. Penggabungan dua kekayaan melalui pernikahan tersebut tentunya semakin menambah usaha perdagangan mereka baik secara modal maupun penguasaan pangsa pasar.

Setelah Muhammad menikah dengan Khadijah, beliau semakin gencar mengembangkan bisnisnya melalui dengan ekspedisi bisnis secara rutin di pusat-pusat perdagangan yang ada di jazirah Arab, beliau intens mengunjungi pasar-pasar regional maupun Internasional demi mempertahankan pelanggan dan mitra bisnisnya. Jaringan perdagangan beliau telah mencapai Yaman, Suriah, Busara, Iraq, Yordania, Bahrain dan kota-kota perdagangan Arab lainnya.

Ada tiga prinsip utama yang patut kita contoh dari perjalanan bisnis Rasulullah saw. Pertama, uang bukanlah modal utama dalam berbisnis, modal utama dalam usaha adalah membangun kepercayaan dan dapat dipercaya (al-amin). Kedua, kompetensi dan kemampuan teknis yang terkait dengan usaha. Beliau mengenal dengan baik pasar-pasar dan tempat-tempat perdagangan di Jazirah Arab. Beliau juga mengetahui seluk beluk aktifitas perdagangan dan bahayanya riba sehingga beliau menganjurkan jual beli dan menghapuskan sistem riba. Ketiga, Sikap mandiri dan tidak bergantung, pada orang lain, jujur, juga adil adalah sikap yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur sejati.

Farhatilwardah’s notes on consumer behavior class

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id )

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology

Bogor Agricultural University

Semester September 2012 – January 2013

Based on Consumer Behavior Text Book by Ujang Sumarwan.

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. dilahirkan di Jakarta pada tanggal 16 September 1960 dari pasangan Muhammad Salim (Alm) dengan N. Ratnasih. Pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah diselesaikan di Jakarta. Beliau memperoleh gelar Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian pada tahun 1985. Pada tahun 1988 sampai 1990 mengikuti pendidikan Master dalam bidang Family Resource Management di Iowa State University, Ames, Iowa Amerika Serikat dengan memperoleh beasiswa dari World Bank melalui Proyek CHN3 Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pada tahun 1990 sampai 1993 bekerja sebagai Research Assistant di Iowa State University dan sekaligus mengikuti pendidikan Program Doktor di universitas tersebut. Pada tahun 1993 memperoleh gelar Doktor dalam bidang Perilaku Konsumen dan Ekonomi Konsumen dengan disertasi berjudul Socioeconomic dan Psychological Variables Influencing Household Debt. Selama mengikuti Program Doktor, memperoleh beasiswa dari Iowa State University.

Selama periode 1994 sampai 2004 menjabat sebagai Kepala Laboratorium Sumber Daya Keluarga Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Fakultas Pertanian IPB. Selama periode 1994 sampai 2006 melakukan penelitian dalam bidang perilaku konsumsi pangan dan perilaku pembelian dan penggunan berbagai produk dan jasa, serta berbagai penelitian lain yang berkaitan dengan perilaku konsumen. Beberapa topik penelitian lain yang menjadi fokus perhatian adalah gaya hidup konsumen dan perubahan konsumsi, ekuitas merek, loyalitas dan kepuasan konsumen, serta proses pengolahan informasi dan proses belajar konsumen. Penelitian tersebut merupakan kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun swasta. Selama lima tahun aktif melakukan penelitian yang dibiayai oleh Hibah Bersaing, Departemen Pendidikan RI. Pada tahun 2000 terpilih sebagai Peneliti Hibah Bersaing Terbaik bidang Sosial. Hasil-hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal ilmiah nasional dan majalah populer serta dalam bentuk monografi.

Pada tahun 2003 menerbitkan buku teks yang berjudul Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Buku tersebut telah dicetak ulang yang kedua pada tahun 2004. Ia adalah salah seorang penyunting dari buku “Persfektif Ilmu-ilmu Pertanian dalam Pembangunan Nasional: Pemikiran Guru Besar Institut Pertanian Bogor” yang diterbitkan oleh PT Penerbit Swadaya pada tahun 2008. Ia adalah salah seorang beliau dari buku Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham yang diterbitkan Inti Prima tahun 2009. Ia juga salah satu penulis dari buku Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja yang diterbitkan IPB Press tahun 2010.

Selain melakukan berbagai kegiatan akademik di kampus, juga aktif menghadiri seminar dan memberikan pelatihan bidang perilaku konsumen di luar kampus. Beberapa tahun terakhir telah mengikuti pelatihan Good Corporate Governance serta Case Teaching Method. Untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan pengayaan materi-materi kuliah, beberapa kali melakukkan kunjungan industri di dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini menjadi Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB.

Email : sumarwan@mb.ipb.ac.id

Blog : www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

1. Interesting topic on class

Kami biasa memanggilnya Pak Ujang. Dosen di mata kuliah “Perilaku konsumen”.  Mata kuliah yang beliau ajarkan sangat menarik buat saya, selain beliau yang pandai dalam mengajar, pelajarannya pun sangat bermanfaat, memberikan banyak ilmu-ilmu baru yang dapat dilihat langsung dari perilaku dan kejadian yang ada di sekitar kita (saya dapat membayangkan hal tersebut). Di hari pertama mata kuliah ini, saya dapat mengetahui pandangan orang-orang tentang “perilaku konsumen”, tak sedikit dari komentar mereka yang memandang negatif perilaku seorang konsumen. Tapi.. itu memang kenyataan yang ada, mereka  melihat sesuai dengan fakta di lapangan, yang bisa merubah pandangan negatif tersebut ya kita-kita juga, para konsumen itu sendiri. “Jadilah konsumen yang bijak”. Selain itu, saya menjadi tahu tentang konsumen, ilmu yang mempelajarinya, iklan, motivasi dll.

2. Current Trend

Dari waktu ke waktu dunia pasti mengalami perubahan, begitu juga trend, berbeda pada setiap periodenya.  Berikut beberapa trend kalangan anak muda di indonesia tahun 2012:

a. Gadget : android, tablet,i-phone,black berry, dll

b. Penggunaan  jejaring sosial : twitter,facebook, dll

c. sepak bola

d.  Jilbab dengan berbagai motif dan model

5.    Musik dan film hingga gaya berpakaian korea

Tentunya masih banyak hal yang lagi trend saat ini, pandai-padai saja menyikapinya.

3. My motivation continue my education at College

Awalnya mengikuti jalur yang diambil setelah SMA, “kuliah”. Tapi setelah menjalaninya, sayang kalau saya hanya sekedar ada menjadi bagian dalam universitas tanpa memberi dan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Di sini saya harus memberikan prestasi terbaik sesuai kemampuan yang saya miliki sebagai rasa terimakasih terhadap ilmu dan keahlian juga relasi yang bisa saya dapatkan demi terwujudnya impian-impian saya.

4. My motivation to get into Bogor Agricultural Institute

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama ayah dan bunda, dengan berbagai pertimbangan, saya meyakinkan diri untuk dapat menjadi bagian dari IPB, bagian dari bidang ilmu yang saya inginkan, yang itu hanya ada di IPB. “Ilmu keluarga dan konsumen”.

5.  My motivation to choose Department Family and Consumer Sciences of Human Ecology Faculty

Kesukaan saya terhadap ilmu-ilmu yang berbau sosial membuat saya mencari tahu tentang departemen yang sesuai dan bisa membuat saya nyaman berada didalamnya. Akhirnya pilihan saya jatuh pada departeman “ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN” (IKK). Departemen yang awalnya sangat asing buat saya. Dari sebuah buku panduan IPB tahun 2006 yang dipinjamkan oleh guru BK yang didalamnya menjelaskan departemen yang terdapat di IPB inilah saya mengetahui adanya departemen IKK. Tertarik dengan departemen tersebut, saya banyak mencari informasi di internet dan menanyakan pada siapa saja yang berkuliah di IPB, sampai akhirnya saya memberitahukannya kepada orang tua dan mendiskusikannya. Dari hasil kesepakatan bersama ayah dan bunda, departemen ini pun menjadi pilihan pertama saya saat mengajukan diri di SNMPTN Undangan.

“Hatiku Terpaut di IKK”

Saat ujian nasional SMA tiba, aku begitu deg-degan dan takut karena akan sangat menyusahkan ayah bunda jika nanti aku ternyata tidak lulus SMA. Fikiran seperti itu sering sekali muncul di benakku, tapi aku kuatkan diriku, aku belajar semampuku demi memberikan hasil yang terbaik untuk ayah dan bundaku. Aku selalu ingat pesan ayah bunda setiap kali aku akan ujian, hingga kini pun walau ayah bunda tidak mengucapkannya lagi aku masih mengingatnya “Percayalah pada kemampuan kakak (panggilanku di rumah), ayah bunda yakin kakak pasti bisa. Minta pada Allah yang memiliki ilmu dan yang menguasai hati fikiran kita, berdoalah pada-Nya.” Dan Alhamdulillah aku dinyatakan lulus dari SMA Negeri 6 Kota Bengkulu.

Saat menentukan kemana aku akan meneruskan pendidikan ini, ayah dan bunda memberikan andil yang sangat besar. Ayah bunda mencari banyak informasi tentang universitas dan jurusan yang terbaik untukku tempati, sama seperti saat aku akan masuk SD-SMP-SMA.Aku dibebaskan untuk menentukan pilihan, tapi aku selalu memusyawarahkan-nya dengan ayah dan bunda, karena aku yakin “Ridho Allah itu ada pada ridho orang tua”. Saat ayah bunda bertanya pada semua orang kemanakah anakku harus kuliah? Aku pun ikut mencari informasi di manakah aku sebaiknya melanjutkan pendidikan? karena ayah dan bunda selalu menginginkan yang terbaik untukku.

Kesukaanku terhadap ilmu-ilmu yang berbau sosial membuat aku mencari tahu tentang jurusan yang sesuai dan bisa membuatku nyaman berada di dalamnya. Tapi ternyata Ayah dan bunda memberikan sebuah pilihan padaku, mereka bertanya maukah aku masuk ke fakultas kedokteran atau jurusan gizi. Aku kaget dan terdiam dengan pilihan tersebut. Kedokteran? Gizi? Buku tebal, nama ilmiah, kata-kata asing, hafalan? bayangan itu muncul di benakku. Aku tahu pekerjaan dokter dan ahli gizi begitu mulia, namun proses yang harus kujalani kurasa begitu rumit untuk dibayangkan. Tetapi aku tidak ingin mengecewakan ayah dan bunda, aku berusaha keras mencari jawaban yang terbaik. Tiba-tiba aku teringat akan hasil pemeriksaan psikologis saat awal aku diterima di SMA. “Ayah tahu nggak? kemarin berdasarkan hasil tes psikologis, kakak ternyata lebih condong ke bidang sosial dari pada sains, dan kakak juga ingin nanti saat kuliah kakak bisa nyaman berada di dalamnya. Bagaimana kalau kita cari sama-sama lagi jurusan untuk kakak? Gimana yah? Oke?” Aku berusaha meyakinkan ayah dan tersenyum padanya. “Oke nak, kita akan cari lagi,” jawab ayah padaku. Aku lihat ada sedikit kekecewaan di raut wajahnya, tapi ayahku memang luar biasa, ia menerima keputusanku dan terus menyemangati diriku.

Kami pun mencari informasi lagi. Mencari jurusan di bidang kesehatan tapi juga ada sangkut pautnya dengan ilmu sosial. Kali ini aku yang mengajukan pilihan pada ayah, Kesehatan Masyarakat UI. Ayah pun setuju, tapi selang beberapa hari ayah bilang padaku bahwa jurusan tersebut sudah terlalu banyak lulusannya dan universitas yang tak terkenal sekalipun memiliki jurusan tersebut. Mencari Informasi lagi itu solusinya.

Aku rasa brosur dari UI yang kuterima tak ada lagi jurusan yang menarik buatku. Akhirnya aku mencari informasi ke guru BK (Bimbingan Konseling). Dari sana aku mendapatkan banyak informasi dan brosur, tapi belum ada juga yang membuatku tertarik. Hingga suatu hari guru BK memberikan padaku sebuah buku panduan tentang IPB keluaran tahun 2006. Buku yang cukup lama. Ternyata, sudah sekitar empat tahun belum ada yang diterima IPB dari sekolahku. Kenapa? Begitu susahkah masuk ke IPB? Hal itu membuat kutertarik untuk mencobanya. Ini hal yang menantang buatku, tapi jurusan apa yang harus aku pilih aku belum tahu. Aku melihat-lihat semua jurusan yang ada di IPB dan membacanya secara seksama. IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen)? Jurusan apa itu? Baru sekali aku dengar. Dari semua jurusan yang ada di IPB, IKK jurusan pertama yang membuat ku penasaran dan tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam. Aku sampaikan kepada ayah bunda tentang jurusan ini dan mereka pun membaca informasi tentang IKK di buku tersebut. “Keluarga? Hmm.. boleh juga. Tapi coba dilihat lagi jurusan lainnya yang ada di IPB, yang mungkin sudah lebih berpengalaman,” kata ayah. Ayahku dahulu juga lulusan dari IPB, jadi setidaknya dia mengetahui tentang jurusan yang ada di IPB yang lebih baik dan meyakinkan dari itu. Aku membaca lagi, kudapati jurusan SKPM dan Gizi Masyarakat yang semuanya bernaung di fakultas yang sama, yaitu Fakultas Ekologi Manusia. Ayah pun lebih setuju dengan jurusan Gizi Masyarakat, tapi entah kenapa hatiku sudah terpaut di jurusan IKK. Aku diam-diam mencari informasi yang dapat meyakinkan aku dan orang tuaku bahwa jurusan IKK itu pantas untuk aku pilih. Aku mencari di Internet, menanyakan pada kakak tingkat dan alumni IPB serta bertanya pada saat perwakilan IPB datang untuk promosi di Bengkulu. Setelah aku yakin akan jurusan IKK, aku pun meyakinkan orang tuaku bahwa pilihan aku bukan pilihan sembarangan, IKK jurusan yang tidak kalah hebatnya dengan jurusan lainnya yang sudah lebih lama dan terkenal. Alhamdulillah ayah dan bunda pun setuju dan yakin dengan pilihanku. Itulah awal aku dipertemukan dengan IKK dan akhirnya kita bersama memutuskan memilih IKK di IPB sebagai tempat terbaik itu.

Saat aku mencoba untuk mengajukan tes lewat jalur prestasi (SNMPTN Undangan) ayah dan bunda sibuk menanyakan padaku tentang bagaimana dan apa yang harus dipersiapkan juga mereka lakukan. Padahal saat itu banyak hal lain yang harus mereka fikirkan, tapi perhatian mereka padaku tidak berkurang sama sekali.

Pilihanku menentukan masa depanku. Saat semua syarat telah selesai diajukan aku selalu berharap dapat membuat ayah dan bunda tersenyum dengan diterimanya aku di IPB. Waktu pendaftaran aku tak ragu lagi untuk meletakkan IPB pada urutan pertama karena  hatiku sudah yakin dan mantap untuk memilihnya. IKK pada pilihan pertama, SKPM pada pilihan kedua, Gizi Masyarakat yang ketiga, Kesehatan Masyarakat UI yang keempat dan Ilmu Gizi UI yang terakhir. Mungkin pilihanku dianggap aneh, namun itulah jurusan yang dapat kuingat saat aku ada di depan layar komputer.

Selama menunggu hasil pengumuman, setiap ada yang bertanya aku selalu menjawab masuk ke IPB jurusan IKK. Walau belum diterima, tapi aku harus optimis dan yakin bahwa aku akan menjadi bagian dan kuliah di sana. “Sampai dahulu sebelum datang”. Jurusan yang aku pilih tidak banyak yang mengetahuinya, banyak yang bertanya dan tak sedikit yang meragukannya. Mereka bilang kenapa tidak di sini? Kenapa tidak ambil yang ini? Kenapa dan kenapa yang lainnya. Tapi aku selalu tersenyum dan menjelaskan dengan semangat tentang jurusan yang aku pilih dan impian yang akan aku capai di jurusan itu.

Saat waktu pengumuman SNMPTN Undangan tiba, aku sangat deg-degan dan cemas. Pilihan yang aku ambil bukan hanya pilihan ku sendiri, tapi itu pilihan bersama. Di situ ada harapan orang tuaku. Jam 20.00 aku buka pengumuman melalui internet, Alhamdulillah aku diterima di IPB jurusan IKK. Terdiam, tidak tahu mau berkata apa. Aku sangat bahagia dan aku pun berlari dari lantai atas rumahku untuk memberi tahu kepada ayah dan bunda jika aku berhasil diterima, tapi ternyata saat itu mereka sedang menerima tamu. Aku rasanya ingin sekali memeluk ayah dan bunda juga menagis bahagia dipelukan mereka, tapi urung kulakukan saat itu. Aku pergi kekamar dan bersyukur pada-Nya atas karunia ini. Dari kamar, aku mendengar ayah dan bunda dengan bangganya memceritakan pada tamu yang datang bahwa anaknya bisa masuk ke IPB jalur undangan dan diterima di jurusan yang menurut ayah sangat prospek untuk masa depanku.

Saat aku mengurus semua kelengkapan untuk mendaftar ulang, ayah dan bunda selalu siap untuk membantuku hingga akhirnya aku dan ayah pergi ke bogor dari bengkulu dengan menggunakan pesawat, dan bunda menunggu kami di rumah. Saat pertama kali kumenginjakkan kaki di bogor, memasuki gerbang IPB,  aku sangat tidak percaya hari itu aku bisa sampai di gerbang impianku dan dapat menjadi bagian dari IPB. Aku sangat terharu, bahagia, alhamdulillah aku dapat melanjutkan pendidikanku yang awalnya hanya berfikir untuk mengikuti jalur yang diambil setelah SMA, yaitu kuliah. Aku sudah sampai di kampus ini, sayang kalau aku hanya sekedar ada menjadi bagian dalam universitas, tanpa memberi dan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Di sini aku harus memberikan prestasi terbaik sesuai kemampuan yang kumiliki sebagai rasa terimakasih terhadap ilmu dan keahlian juga relasi yang bisa kudapatkan demi terwujudnya impianku, impian ayah dan bundaku juga impian banyak orang. Aku yakin dan percaya IKK dan IPB adalah tempat terbaik yang Allah berikan untukku.

Hello world!

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Ceritaku  One Comment